Profil

Kelahiran Banda Aceh, 28 Agustus 1993. Sempat besar di kota Bandung selama 5 tahun, sebelum kemudian kembali ke Banda Aceh dan menyelesaikan studi SD, SMP, dan SMA di kota Serambi Mekkah tersebut. Selepas SMA, melanjutkan studi bangku kuliah di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta hingga saat ini dalam keluarga angkatan 2011. Sangat tertarik dalam perencanaan, terutama berkaitan dengan 'urban design'. Bercita-cita menjadi seorang perencana sukses mandiri (non-kedinasan). Selain dunia perencanaan, hobi dalam futsal, bola basket, juga bermain gitar.Read more about me »

DITJEN Penataan Ruang

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit .

Keep in touch

RSS Feed Twitter Facebook

Subscribe via email

PROFIL : Perencanaan Wilayah dan Kota (Planologi)

Minggu, 01 April 2012

Perencanaan Wilayah dan Kota (Planologi) adalah salah satu bidang studi yang mempelajari teknis dalam merencanakan ruang serta mengoptimalisasi ruang. Ruang yang dimaksud adalah tempat dimana manusia melakukan aktivitas rutinitas. Dalam hal pemanfaatan ruang dan pengoptimalan ruang tersebut, terdapat banyak aspek yang ditinjau : teknis(geografis, geologis, dsb), sosial, budaya, birokrasi dan politik. Oleh karenanya, dalam merencanakan dibutuhkan waktu yang relatif, dalam jangka yang panjang.



Jika arsitektur belajar mengenai desain dan rencana suatu kawasan dalam skup mikro (rumah, bangunan), perencanaan wilayah dan kota mendesain kawasan dalam skup yang lebih luas yaitu makro (desa, kota, provinsi dst). Akan tetapi sangat erat kaitan antara keduanya, terlebih dalam menghadapi perencanaan dalam skup meso (menengah).



Seiring perkembangan waktu dan penduduk, studi akan perencanaan semakin meningkat. Dalam hal kependudukan misalnya, suatu kota padat terus menghadapi peningkatan jumlah penduduk sedangkan lahan/ruang yang dimiliki tidak bertambah. Maka dari itulah dibutuhkan optimalisasi, dan pertimbangan kembali terhadap pemanfaatan dari ruang tersebut. Kita ambil sampel dalam negeri adalah kota Jakarta yang merupakan jantung pusat aktivitas negara Indonesia yang sangat padat. Dampaknya adalah kriminalitas, kemiskinan, dsb. Oleh karenanya, hadirlah suatu bidang konsentrasi yang ada untuk menjawab semua tantangan ini.

0 komentar:

Posting Komentar