Perencanaan, meliputi dominasi wilayah yang luas (meso-makro). Dengan pertimbangan-pertimbangan dan dimensi-dimensi yang patut diperhitungkan, sehingga tidak bisa dihindarkan pentingnya bekerja dalam tim. Berbagai solusi dan alternatif mungkin bisa timbul dari satu orang perencana saja, akan tetapi akan menjadi sangat subjektif.Dalam hal ini, diperlukan pengalaman dan kerjasama tim (teamwork) yang baik dalam tim. Teamwork ini seharusnya tidaklah menjadi masalah, karena dalam studi di bangku universitas pun sudah sangat ditekankan pentingnya bekerjasama dalam tim.
Profil
Urgensi "Teamwork" Antar-Perencana
Label: plannermust
Dimensi dan Skup Perencanaan
Menjadi seorang perencana (planner) bukanlah hal yang mudah dan se-simple yang kita pikirkan. Bahkan dalam proses studinya saja, sudah tercermin refleksi kehidupan seorang perencana yang penuh pertimbangan dan membingungkan. Dalam postingan saya kali ini, saya akan sedikit membagi pengalaman sebagai seorang mahasiswa 'Perencanaan Wilayah dan Kota' kepada pembaca, dalam kacamata saya (penulis). Meski tergolong kedalam fakultas teknik yang notabene-nya merupakan ilmu pasti, terdapat sisi lain yang bisa dibilang sangat berseberangan dalam keteknikan yang dipelajari di dalamnya. Walaupun, memang tidak terlepas sama sekali (keseluruhan)dalam hal teknis terhadap studi lain dalam fakultas teknik yang memang sama-sama berisi prosedur/tahapan teknis dalam memecahkan suatu masalah. Tetapi bisa kita perhatikan luasnya skup bahasan dan pertimbangan yang penting dijadikan tolak ukur dalam menentukan solusi dari berbagai kasus yang direncanakan, seakan mempersulit dengan tingkat kesulitan yang tergolong tinggi. Aspek pertimbangan dalam merencanakan, meliputi : teknis(tanah, air, dsb), sosial(masyarakat), politik(kepentingan), kesesuaian, karakter, keintegrasian, keberlanjutan, dsb.
Praktis, dalam perencanaan dibutuhkan ilmu-ilmu tersebut pun hanya dasar dan tidak terlalu didalami. Sedangkan perencanaan berdiri dalam skup yang cenderung luas (meso-makro). Yang dalam artian merupakan untuk kehidupan masyarakat luas, dari golongan rendah hingga golongan tinggi, serta variabel-variabel lainnya yang dapat membagi masyarakat. Dalam dimensi waktu, perencanaan pun berdiri dalam berbagai masa : masa lalu, masa kini, dan masa depan. Seperti salah satu semboyan/motto perencana yang sangat sering di dengar: "learning the past, managing the present, shaping the future". Satu dimensi lagi yaitu tingkatan masalah yang terus meningkat seirama dengan peningkatan teknologi , yang salah satunya menimbulkan rasa pentingnya kehidupan alam dan lingkungan. Selain menciptakan kawasan dengan tingkat keurbanan yang tinggi, seorang perencana juga diharuskan menciptakan kawasan yang 'sustainable' dan ramah lingkungan. Oleh karenanya, pertimbangkan baik-baik sebelum anda memilih untuk memasuki dunia perencanaan. Jika anda cenderung menguasai dan interest hanya dalam satu bidang studi yang spesifik, sangat tidak saya anjurkan. Akan tetapi, terlepas dari semua kesulitan tersebut yang paling membahagiakan adalah kesuksesan dalam merencanakan. Sukses yang dimaksud adalah mewujudkan suatu "Better Space, Better Living".Label: plannerslife
PROFIL : Perencanaan Wilayah dan Kota (Planologi)
Perencanaan Wilayah dan Kota (Planologi) adalah salah satu bidang studi yang mempelajari teknis dalam merencanakan ruang serta mengoptimalisasi ruang. Ruang yang dimaksud adalah tempat dimana manusia melakukan aktivitas rutinitas. Dalam hal pemanfaatan ruang dan pengoptimalan ruang tersebut, terdapat banyak aspek yang ditinjau : teknis(geografis, geologis, dsb), sosial, budaya, birokrasi dan politik. Oleh karenanya, dalam merencanakan dibutuhkan waktu yang relatif, dalam jangka yang panjang.
Jika arsitektur belajar mengenai desain dan rencana suatu kawasan dalam skup mikro (rumah, bangunan), perencanaan wilayah dan kota mendesain kawasan dalam skup yang lebih luas yaitu makro (desa, kota, provinsi dst). Akan tetapi sangat erat kaitan antara keduanya, terlebih dalam menghadapi perencanaan dalam skup meso (menengah).
Seiring perkembangan waktu dan penduduk, studi akan perencanaan semakin meningkat. Dalam hal kependudukan misalnya, suatu kota padat terus menghadapi peningkatan jumlah penduduk sedangkan lahan/ruang yang dimiliki tidak bertambah. Maka dari itulah dibutuhkan optimalisasi, dan pertimbangan kembali terhadap pemanfaatan dari ruang tersebut. Kita ambil sampel dalam negeri adalah kota Jakarta yang merupakan jantung pusat aktivitas negara Indonesia yang sangat padat. Dampaknya adalah kriminalitas, kemiskinan, dsb. Oleh karenanya, hadirlah suatu bidang konsentrasi yang ada untuk menjawab semua tantangan ini.
Label: profil



